Liburan bagi mahasiswa rantau biasanya dimanfaatkan untuk pulang kampung ke daerah asal. Namun ada juga yang memilih untuk tetap stay di Kota perantauan karena berbagai tujuan dan alasan. Seperti yang dialami oleh 3 orang pemuda asal Toraja yang kuliah di Universitas Brawijaya, Kota Malang. Kebetulan pemuda tersebut adalah saya, muhram, dan anata.

Nah, hari ini kita mengisi liburan dengan jalan-jalan ke Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Tumpang. Tak hanya dikenal mempunyai produk unggulan di bidang pertanian dan perkebunan, namun juga letak kecamatan Tumpang yang sangat strategis untuk menuju obyek-obyek wisata di mana jalan satu satunya dari arah barat untuk menuju ke gunung Bromo dan Semeru.

Kami berangkat pukul 11.00 dari Kota Malang dengan kendaraan roda dua.

And here we go! :))

Candi Kidal
Destinasi pertama kami adalah Candi Kidal. Sebuah candi peninggalan yang lain dari dinasti Singhasari dan merupakan candi Hindu yang terletak di Desa Rejokidal.  Candi ini representasi dari pengagungan tokoh ibu dan dinamai sesuai dengan tempat wanita di sebelah kiri laki-laki (kidal). Candi Kidal di bangun sebagai tempat persemayaman Raja Anusapati, yaitu raja kedua dari kerajaan Singhasari. diperkirakan candi di bangun pada tahun 1260 M.

Candi Kidal, Tumpang, Malang

Candi Kidal, Tumpang, Malang

Candi Kidal, Tumpang, Malang, Gustian Ri'pi


Ini merupakan kali kedua saya bertandang ke candi ini dan tak banyak perbedaan yang terlihat. Reliefnya masih utuh dan berdiri kokoh. Matahari belum tinggi saat kami meninggalkan Candi Kidal menuju desa Glagahdowo, untuk mampir sejenak ke rumah keluarga saya, karena kebetulan udah memasuki jam makan siang hehehe.

Candi Cago
Sebelum kesini, sempat bimbang memilih anatara ke Coban Pelangi atau Candi Jago. Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan akhirnya memilih yang dekat-dekat aja. Letaknya tak jauh dari pasar Tumpang.

Candi Jago, Tumpang, Malang

Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang

Gustian Ri'pi, Candi Jago, Tumpang, Malang

Candi Jago dibangun pada tahun 1268-1280 M sebagai penghormatan untuk Raja Singasari ke-4 yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.Relief candi ini mengandung unsur ajaran Budha dan Hindhu sesuai dengan agama syiwa Budha yang dianut Wisnuwardhana.


Wendit Water Park
Sekitar pukul 16:30 kami memutuskan untuk kembali ke Kota Malang via Jalan raya Pakis. Namun ditengah perjalanan kami menyempatkan untuk mampir ke Wisata Wendit yang letaknya tepat berada di tepi jalan raya tersebut.

Tiket masuknya Rp. 10ribu. Setelah masuk kami disambut dengan sebuah monumen patung raksasa Kera. Selain itu Wendit Water Park (WWP) memiliki banyak fasilitas seperti kolam renang alami dan buatan yang luas, baik untuk anak maupun dewasa, Perahu dayung, Kolam gelombang, kolam arus, waterboom, bom-bom car, worm coaster, carousel, dan sepeda air.

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park

Wendit Water Park


Jika anda berkunjung ke WWP dan membawa makanan saya sarankan untuk diamankan dalam tas, karena banyak monyet yang berkeliaran bebas disini. Anda juga dapat memberi makan kepada monyet tersebut.

Sekian Jalan-jalan kami kali ini. Jaga terus keindahan alam dan wisata Indonesia, Yuk Ngetrip Bareng.

Gunung Buthak 2686 mdpl- Gustian Ri'pi

Sabtu, 9 Januari 2016 ditengah hiruk-pikuk UAS, aku bersama tim pendakian beranggotakan Fikri, Angga, Samid, Febri dan temannya, berangkat untuk mendaki gunung Butak 2686 mdpl. Gunung Butak ini terletak di kota Batu, bersebelahan langsung dengan gunung Panderman 2000 mdpl. Gunung Butak juga dikenal popular dengan sebutan “Putri Tidur”, karena memang saat dilihat dari kejauhan mirip seperti yang dimaksudkan. Singkat cerita seluruh perlengkapan dan persediaan untuk pendakian telah disiapkan, anggota tim juga telah siap mendaki. Let's Go Passenger…!

Pagi hari sekitar jam 10:30 WIB kami langsung berangkat menuju jalur Panderman yang kita pilih. Di pos Panderman dikenai tiket masuk Rp. 7000/orang dan biaya parkir Rp. 5000/kendaraan. Jalur awal memang sama dengan jalur yang dilalui untuk mendaki Panderman. Kami harus hati-hati karena memang banyak sekali percabangan untuk menuju jalur utama pendakian Butak.Trek pendakian relatif aman, hanya sesekali bergelombang dan menanjak setelah itu kontur relatif naik turun. Kemudian berjalan lebih jauh memasuki hutan yang lebih rimbun dan lama-kelamaan makin gelap dan butiran hujan mulai menetes.

Di tengah derasnya hujan dan gelapnya malam, perjalanan kami masih terus berlanjut dengan menggunakan jas hujan dan head lamp yang seadanya. Kami memutuskan untuk pantang bermalam sebelum mencapai tempat padang savanna rumput yang luas. ditempat ini terdapat sumber air yang mengalir asri.. Tempat yang agak tenang dan damai didapatkan dan kami bermalam di sana. Kami bentangkan tenda, memasak, makan, lalu bersistirahat. Perjalanan dari Malang hingga tiba di padang savana ini terbilang cukup lama dan melelahkan karena tim kami ada cewek.

Minggu, 19 Januari, pagi-pagi sekali kami bangun siap-siap menuju puncak. jalurnya berupa jalan setapak yang lumayan nanjak, namun banyak pepohonan dikanan-kiri yang bisa dijadikan pegangan selama mendaki keatas namun tetap harus berhati-hati. Setelah kira-kira 1 jam akhirnya kami sampai juga di Puncak Gunung Buthak. Puji Tuhan, terucap dalam hati...

Gunung Buthak 2686 mdpl
Perjalanan menuju puncak

Gunung Buthak 2686 mdpl
Angga
Gunung Buthak 2686 mdpl
Samid
Gunung Buthak 2686 mdpl
Febri
Gunung Buthak 2686 mdpl
Angga
Gunung Buthak 2686 mdpl
Gusti
Gunung Buthak 2686 mdpl
Fikri
Gunung Buthak 2686 mdpl
Rame-rame, di sponsori oleh Grafika Advertising :)
Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl
aku dan bayanganku
Gunung Buthak 2686 mdpl
minum air, sponsored by Aqu* :)
Setelah puas menikmati keindahan Buthak sembari berfoto-foto, kami kemudian turun kembali menuju Savana. Sesampainya disana kami makan, lalu bergegas berkemas dan turun pulang.. 

Gunung Buthak 2686 mdpl
Groufie dalam tenda
Gunung Buthak 2686 mdpl
Chef samid lagi masak Mie Goreng
Gunung Buthak 2686 mdpl
Foto Bareng sebelum pulang
Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl

Gunung Buthak 2686 mdpl
perjalanan pulang
Selama perjalanan pulang awan pekat bergulung-gulung telah Nampak dari kejauhan, angin mulai menerpa sedikit kencang, hujan besar sebentar lagi datang. Ternyata benar, sebelum sampai di pos parkir, kami telah basah kepayahan diguyur hujan (lagi) yang benar-benar deras. Singkat cerita akhirnya kami tiba kembali di Malang sekitar jam 18:00 Minggu Sore.

Gunung Buthak 2686 mdpl
Nge Trip bareng Yuk!
Demikian saja catatan pendakian gunung Butak saya.. Salam Pendaki!
Pesta Demokrasi atau yang lebih dikenal dengan istilah Pemira (Pemilihan Mahasiswa Raya) di kampus biru Universitas Brawijaya, baru saja usai. Ini merupakan tahun ketiga bagi saya dalam mengikuti Pemira di UB, sebagai "Pengamat Politik Kampus" hehehe.

Setelah beberapa minggu timeline saya dipenuhi oleh oarang-orang yang sibuk mengenalkan dirinya demi menarik "suara mahasiswa". Para kandidatnya sungguh kuat sehingga terkesan Pemira hanya melahirkan para "idola politik populer". 

Masih ingat dengan "Catatan Pemira UB 2014"?. kali ini saya akan kembali memaparkan beberapa hasil pengamatan yang saya dalam "Catatan Pemira UB 2015". Karena sesungguhnya pesta demokrasi itu patut diabadikan agar menjadi pelajaran dalam berdemokrasi kedepannya, Semoga bermanfaat.

Pemira tahun ini mengusung tagline DINAMIS (Distributif, Independen, Profesional, Transparan, Harmonis). 

Berikut daftar Calon Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa UB 2015, dan Calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa UB 2015 yang berpartisipasi dalam Pemira UB tahun ini : 

Daftar Calon EM dan DPM Pemira UB 2015


Pemira UB menggunakan sistem E-Vote
Salah satu inovasi terbaru dalam Pemira tahun ini adalah diberlakukannya sistem E-Vote. Sistem pemilihan yang berubah menjadi trandy masa kini sehingga rekapitulasi suara lebih cepat, dan hasilnya langsung diketahui beberapa jam setelah TPS ditutup. Mengenai jaminan data dari sistem E-Vote ini "aman" tanpa ada rekayasa?. Kabarnya aplikasi sistem E-Vote ini dibawah tanggung jawab Rektorat dan TIIK UB. Okelah kalo begitu, tapi ada yang disayangkan karena sistem E-Vote yang canggih itu belum memfasilitasi semua mahasiswa di UB, mengingat kampus UB sebagai kampus inklusi dimana mahasiswanya ada yang difabel, tuna netra, dsb. Semoga menjadi perbaikan buat pemira mendatang.

Catatan Pemira UB 2015 (Dinamis)

Penggunaan aplikasi E-Vote ternyata tidak meningkatkan jumlah partisipasi Mahasiswa untuk mengikuti Pemira, terbukti dari jumlah Pemilih yang hadir ke TPS hanya 11.597 pemilih, sedikit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 13.599 pemilih.

Capres Settingan?, Benarkah??
Pertanyaan itu muncul menguat setelah Panitia mengumumkan hasil FnP kedua pasangan capres-cawapres yang terindikasi direkayasa. Hal ini juga semakin diperkuat dengan mangkirnya pasangan nomor urut 2 baik pada saat debat tertutup maupun debat terbuka digelar tanpa penjelasan kepada publik mengenai alasan ketidakhadiran mereka, bahkan selama masa kampanye pun pasangan nomor 2 tak kelihatan melakukan aktivitas kampanye sama sekali. Maklum, karena kedua Calon yg bertarung sama-sama berasal dari "bendera" yang sama. Secara etika berpolitik hal tersebut sangat disayangkan terjadi dalam Pemira karena akan menciderai nilai-nilai demokrasi di kampus dan menurunkan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap Panitia Pemira sendiri.

Apapun hasilnya, bagaimanpun prosesnya, inilah Pemira UB. Semua harus ikhlas menerima. Selamat!
Catatan Pemira UB 2015 (Dinamis)

Catatan Pemira UB 2015 (Dinamis)

BERIKUT HASIL REKAPITULASI SUARA PEMIRA UB 2015

[EM]

1. Zahid - Diona total suara 7568 (65,26%), peringkat 1
2. Abdul - Sa'adia total suara 3078 (26,54%), peringkat 2

[DPM]

No 1: 209, peringkat 22 (Marwah M - Filkom)
No 2: 830, peringkat 2 (Fajri Rahman - FT)
No 3: 673, peringkat 5 (Tahan Silangit - FP)
No 4: 615, peringkat 7 (Bagaskoro P - FP)
No 5: 396, peringkat 14 (Reza Hadi - FISIP)
No 6: 381, peringkat 16 (Jeehan Alamudi - FIB)
No 7: 988, peringkat 1 (Abdul Razak - FPIK)
No 8: 344, peringkat 19 (Dewan Rizky - Filkom)
No 9: 517, peringkat 9 (Irwan Syah - FMIPA)
No 10: 412, peringkat 13 (Iqro Mutahajjid - FISIP)
No 11: 336, peringkat 20 (M Izzuddin - FEB)
No 12: 729, peringkat 3 (Djairan - FH)
No 13: 517, peringkat 10 (Devi Suryono - FT)
No 14: 139, peringkat 23 (M Taufiq Anas - FPIK)
No 15: 448, peringkat 11 (Ahmad Fanani - FPIK)
No 16: 620, peringkat 6 (Safda R - FTP)
No 17: 697, peringkat 4 (Fauzan K D - FK)
No 18: 435, peringkat 12 (Yogie Armanda - FIA)
No 19: 358, peringkat 18 (Juang Abdi - FIA)
No 20: 393, peringkat 15 (Yeremia Christon - FIA)
No 21: 377, peringkat 17 (Faris Achmada - FP)
No 22: 290, peringkat 21 (Syaiful Anam - FISIP)
No 23: 563, peringkat 8 (Inas Khoirun Nisa - FK).

Selamat kepada ke-13 anggota DPM UB 2016 terpilih dan kepada pasangan Zahid - Diona sebagai
Presiden dan Wapres EM 2016.

Catatan Pemira UB 2015 (Dinamis)

Catatan Pemira UB 2015 (Dinamis)

Sesungguhnya amanah yang diberikan oleh mahasiswa Brawijaya menempatkan 1 kaki kalian di surga, dan 1 kaki lagi di neraka apabila kalian menyelewengkan amanah tersebut. Jadi, pahami posisi kalian dan tetap berbuat kebaikan untuk Brawijaya yang lebih baik :) 
Poster Malang Leader Summit 2015

[CALLING FOR DELEGATES]

Leadership is not a talent or a gift, it's about desire! Find your own path to be a leader with Indonesian Future Leaders Chapter Malang, proudly presents:

"MALANG LEADER SUMMIT 2015"
Young Leader Towards Global Challenge! Discover Your Talent Impact Our Nation.
�� Grand Palace Hotel, Malang, East-Java.
�� 20 - 22 November 2015.
�� 100 Delegates.
�� 4 Class:
- Politics
- Social & Culture
- Journalism & Media
- Creative Industry

Prepare yourself to face the global world through leadership coaching that will improve your self potential, with:
- Ya'qud Ananda Gudban
House of Representative in Malang City / Head of KPPI Malang City.
- dr. Gamal Albinsaid
CEO Indonesia Medika.
- Alek Kowalski
Creator of Sunday Market Surabaya.
- Kurniawan Muhammad
Director of Jawa Pos Radar Malang.
- Martalinda Basuki
Founder of Cokelat Klasik.
- Rizky Emirdhani Utama
HNMUN 2015's Delegate / Secretary of General DPM UB 2015.
- Gloria Morgen
Sharing with You. Inspirational Young Leaders 2015 by UNFPA.
- Putri Patricia
Sharing with You. Motivational and Introduction to the science of Law.
- Lidya Natasha Hadiwinata
Sharing with You. Journalist, Editor, and Social Media Specialist.

HTM IDR 500.000 FULL PACKAGE!
Includes:
- Summit Certificate
- A room for 2 nights at Grand Palace Hotel Malang
- Meal and Snack
- Outbound at Kaliwatu, Batu Malang
- Full Accommodation to Kaliwatu, Batu Malang


For further information, don't hesitate to contact us: +6285861713738 (Rossy)

Instagram: @IFL_Malang
Twitter: @IFL_Malang
Facebook: IFL Chapter Malang
Blog: http://www.iflmalang.blogspot.com

LEARN, EXPERIENCE, CHANGES!!!

Berikut adalah dokumentasi kegiatan diatas: 



CREW

Hi... kamu !

Gunung Penanggungan (dahulu bernama Gunung Pawitra) (1.653 m dpl) adalah gunung berapi kerucut (istirahat) yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Posisinya berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan Kabupaten Pasuruan (sisi timur), berjarak kurang lebih 55 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan merupakan gunung kecil yang berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang yang jauh lebih besar. Gunung Penanggungan sering disebut sebagai miniatur dari Gunung Semeru, karena hamparan puncaknya yang sama-sama terdapat pasir dan batuan yang luas. Menurut kepercayaan Jawa Kuna, Gunung Penanggungan merupakan salah satu bagian puncak Mahameru yang dipindahkan oleh penguasa alam. Penanggungan merupakan salah satu gunung suci dari sembilan gunung suci di Jawa (sumber: wikipedia)

Tepat tanggal 4 September 2015, saya bersama 2 orang teman (Fikri & Samid) memulai trip ke Gunung Penananggungan ini. Hanya Bermodalkan petunjuk GPS, tanpa bertanya di jalan, dan akhirnya kita sempat bingung/nyasar juga mencari jalan yang benar. Kami berangkat dari Malang sekitar jam 4 sore, dan setelah mutar-mutar akhirnya tiba di posko di Trawas sekitar jam 8 malam. 

Setelah membayar tiket masuk, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak bayangan melewati rute Jalur pendakian Tamiajeng. Rute ini yang paling ramai dilalui. Sehingga jalannya pun sudah kelihatan jalan setapak yang sering dipakai mondar-mandir. Dalam jalur ini terdapat 4 pos yang berada di bawah puncak bayangan. Sekitar jam 11 malam, sampailah kami dipuncak bayangan. Disana sudah ramai dengan tenda-tenda pengnjung. Kami pun memasang tenda, mengisi energi (meski cuma makan indomie) dan beristirahat sejenak. ternyata gak begitu dingin banget bermalam di puncak bayangan ini.

Keesokan harinya pagi-pagi kami memulai perjalanan lagi menuju Puncak. medan yang dilalui cukup menantang, butuh fisik jika ingin muncak. singkat cerita, akhirnya kami pun tiba di puncak. berikut beberapa dokumentasi yang sempat terekam kamera ASUS Zenfone 2. cekidott

Puncak Bayangan

Puncak Bayangan Lagi

masih di puncak bayangan, selfie sebelum mendaki

ini baru di puncak yang beneran

expresi kita pas udah muncak! angin nya bertiup kencang

dimanapun, kapanpum, tetap AREMAA!


Kenapa sih banyak orang yg nyaranin kita buat mendaki gunung?

Agar kita tahu ada hal yg harus di perjuangkan dari titik awal untuk menggapainya yaitu puncak. Agar kita tahu pentingnya arti kekompakan dan kebersamaan di dalam sebuah team.
Agar kita tahu ada niat awal yg harus diselesaikan yaitu kembali lagi kerumah dengan selamat. Agar kita tahu pelajaran bukan hanya dari sebuah buku dan ruang saja tapi alam pun bisa mengajari kita banyak hal.
Agar kita tahu rasanya berdiri di atas awan namun sangat dekat dengan Sang Pencipta. Agar kita tahu karakter kita yg sesungguhnya selama perjalanan.
Agar kita tahu tentang batasan-batasan hal yg biasanya dilakukan sehari-hari tapi tidak boleh dilakukan disana. Agar kita tahu pentingnya menjaga setiap flora dan fauna disana.
Dan agar kita tahu pentingnya menghargai setiap detik proses perjalanan yg kita lalui adalah sebuah pelajaran kehidupan yg tak ternilai harganya.

Selamat beraktivitas kembali kawan. Tetaplah berkarya!