Rabu, 23 April 2014

Putri Kartini dan Dodo Pandin


Selamat Hari Kartini buat seluruh wanita-wanita hebat Indonesia.. eh udah telat yaa?. Gapapa, biar telat yang penting eksis. Lebih baik telat daripada telat banget, ya gak?.. Hahaha

Berbicara tentang Hari Kartini, saya pasti akan mengingat (#MenolakLupa) sebuah fenomena yang langkah dan itu terjadi 2 tahun yang lalu, tepatnya pada perayaan Hari Kartini tahun 2012.

Waktu itu aku masih duduk di kelas 2 SMA, dan sekolahku memperingati Hari Kartini dengan mengadakan event Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012. Ini sudah menjadi event tahunan yg diselenggarakan sekolahku, tapi nggak tau apa masih berlanjut sampai sekarang. Btw, Dodo-Pandin (Putra-Putri) is like Batavian : Abang-None, Makassar : Daeng-Dara, etc.

Singkat cerita, saya yang menjadi salah satu peserta mewakili kelas saya (Reiga). entah kemasukan angin apa waktu itu, kenapa tiba-tiba ikut, padahal aku orangnya pemalu banget. *hening*

Nih foto-foto kita kemarin.  

Gustian Ri'pi  - Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Gustian Ri'pi  - Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Gustian Ri'pi - Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012Gustian Ri'pi - Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

 Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Pemilihan Putri Kartini dan Dodo – Pandin Smansa 2012

Para peserta Putri Kartini dan Dodo-Pandin yang gagah-gagah dan cantik-cantik ini diuji kemampuan berbahasa Inggris dan peragakan busana di atas cat walk. Disini tata cara berbusana adat Toraja, paham motif-motif budaya yang melekat diatribut pakaian serta kemampuan pribadi menjadi satu rangkaian penilaian juri untuk menentukan pemenang. 

Nah ini dia Pemenang Putri Kartini dan Dodo-Pandin SMANSA 2012. 

Dodo - Pandin Smansa Makale 2012
kok aku gak ada ya ? oiya, lupa. kemarin ternyata aku gak menang. *langsung tamat*
Baca Selengkapnya ...
Senin, 21 April 2014

Berhutang, pasti akan ditagih

Di antara bayang-bayang persoalan seputar Pemilu 2014, ada sisi lain yang menarik. Meski belum usai, tapi hasil sudah kelihatan dari quick count. Ada yang menang, tapi ada yg kalah, gagal, hingga depresi dan stres.

Banyak yang berspekulasi dalam merebut suara dari para pemilih. Mereka mengeluarkan sejumlah uang untuk serangan fajar atau bentuk money politik lainnya, akhirnya mereka melenggang tanpa hambatan. Yang penting modal gede harus dikeluarkan.

Namun ada juga loh yang sudah keluar modal, tapi tetap kalah akhirnya stres dan masuk rumah sakit jiwa. Biasanya mereka yang stress adalah mereka yg pake modal ngutang, Berani ngeluarin duit tapi ternyata ngutang sana-sini. Akhirnya jadi gila atau pura-pura gila demi menghindari debt collector karena ditagih hutang. Duh parah.
Caleg gaga dan stress
Sumber gambar dari sini

Maklum sih, karena bagi sebagian besar kita, politik erat kaitannya dengan uang. Kita tau bahwa menjadi caleg ataupun capres pasti membutuhkan biaya yang besar. Jutaan bahkan Miliaran Rupiah mesti menguap untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan.

Selanjutnya kita tau efek yang terjadi. Ketika terpilih, semua berlomba-lomba untuk balik modal. Yang mengeluarkan uang sendiri berusaha balik modal lewat jalur korupsi. Yang berhutang pada pengusaha, berusaha untuk membayar dengan pembagian jatah proyek, pengurangan pajak dan manipulasi lainnya.

Melihat fenomena caleg gagal ini, saya teringat dengan sebuah statement dari pak Anies Baswedan yg mengatakan “Berhutang, pasti akan ditagih”.

Meski peluangnya untuk jadi capres saat ini kecil, setidaknya Anies Baswedan telah memberikan contoh berpolitik yang bersih. Ketika beliau ikut konvensi Capres di Partai Demokrat, beliau tidak merogoh kocek yang banyak untuk menyampahi sudut kota dengan poster-poster dan baliho. Pernahkah anda melihat satu lembar baliho Pak Anies di kota anda? Pernahkah beliau iklan video tentang Pak Anies di TV-TV? Sebuah kampanye bersih dan inspiratif. Bersih karena tak melibatkan politik uang. Hal ini karena beliau sadar, “berhutang, pasti akan ditagih”.

Coba kamu search “Caleg gagal” atau “Caleg stress” di google. Ada begitu banyak. Ada caleg yg meminta warga agar uangnya dikembalikan, minta kompor gasnya dikembalikan, minta sumbangannya ke masjid dikembalaikan, ada yang memblokir jalan yg telah ia bangun. salah satunya yg saya screen shoot dibawah ini sumbernya dari Kompas. Entah benar atau tidak, tapi kisahnya benar-benar memprihatinkan, tapi sedikit lucu juga.
Caleg Stress, caleg gagal

Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua, menjadi pelajaran buat para caleg, parpol, dan pelajaran bagi system politik kita yg berlaku saat ini yang memang terkesan “mahal”.

Bagaimana dengan pemilu di daerah anda? Punya kabar tentang caleg gagal?. Oiya kemarin baru saja diadakan UN, saya khwatir mereka yg gagal (tidak lulus) juga ikutan stress. Jangan ya, hehe..
Baca Selengkapnya ...
Senin, 07 April 2014

Cerdas Memilih


Selamat pagi Nusantara.. H-2 Pemilu Apa Kabar? :D

Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga karena negara kita menganut system demokrasi dimana pemimpin tidak lagi ditentukan oleh partai penguasa atau kelompok tertentu melainkan ditentukan oleh pilihan rakyatnya. Kita harus Mensyukuri Demokrasi ini.

Dua hari lagi kita akan memilih anggota legislatif. Inilah kesempatan untuk kita mengubah "warna" republic ini. 9 April di Indonesia kali ini adalah tanggal dimana kita akan menentukan perjalanan 5 tahun kedepan, karena itu saya berharap semua warga yg memiliki hak pilih punya keinginan untuk melihat Indonesia lebih baik dengan cara ikut memilih secara cerdas.

Tidak mudah untuk menentukan siapa yang akan kita pilih pada 9 April. Banyaknya partai dan caleg yang ikut, serta minimnya informasi tentang mereka yang bisa kita dapatkan, makin membuat persoalan tambah rumit. 

Memilih dengan Cerdas - Pemilu 2014
sumber gambar : @turuntanganBKS

Kalo milih pacar aja harus pake dasar kepercayaan, apalagi milih pemimpin. Jangan cepat percaya dengan bujuk rayu untuk mendapatkan dukungan Anda! Cermati dan telitilah komitmen dan kesungguhan mereka untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Yang sudah pernah menjabat, lihat kinerjanya. Yang belum pernah menjabat, nilai idenya. 

Berikut 5 Tips untuk memilih secara cerdas : 
1.  Tidak Memilih Berdasarkan Agama! Pemilu harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkokoh NKRI. Karena itu, dalam memilih berilah penilaian berdasarkan kapasitas, kualitas dan rekam jejak figur, bukan berdasarkan agama. Memilih berdasarkan agama berarti kita memberi sumbangan terhadap keruntuhan NKRI di masa depan.

2.   Tidak Pilih Partai dan Caleg yang Korupsi! Korupsi merupakan persoalan bangsa yang sangat akut. Karena itu, kita tak ingin parlemen kita nanti dihuni oleh partai dan orang-orang yang bermental korup dan tamak. Kita berharap Pemilu 2014 menjadi momentum untuk memutus mata rantai korupsi yang dilakukan partai dan caleg di masa lalu.

3.  Tidak Pilih Partai dan Caleg yang Melakukan Politik Uang! Salah satu persoalan Pemilu kita saat ini adalah maraknya politik uang. Politik uang adalah salah satu mata rantai korupsi. Karena itu, kita yakin bahwa partai atau caleg yang melakukan politik uang pasti akan terlibat korupsi ketika menduduki jabatan nantinya. Dan tentu, kita tidak ingin Pemilu 2014 menghasilkan koruptor baru.

Pemilu 2014, Tolak Politik Uang, Anti Golput
sumber gambar : @kdri
4.  Tidak Pilih Partai dan Caleg Pelanggar Aturan! Faktanya bahwa dalam Pemilu banyak partai dan caleg dengan sengaja melanggar aturan. Belum terpilih saja sudah banyak melanggar. Perilaku seperti ini kita nilai kurang baik jika dihubungkan dengan tugas yang akan diemban sebagai pembuat aturan. Karena itu, kita ingin parlemen nanti akan dihuni oleh orang-orang yang bermartabat dan berintegritas.

5.    Tidak lihat Partai, tapi lihat Orangnya. Ini mungkin banyak yg kurang setuju, ada yg berpendapat bahwa bagaimana pun baiknya dan hebatnya seorang caleg, tapi kalau dia berada di dalam partai yang tidak baik, maka perjuangannya akan sia-sia karena mereka akan tunduk kepada partainya. 
  
    Yang dibutuhkan saat ini adalah orang-orang baik masuk politik, tak peduli apapun partainya. Sabtu kemarin dalam acara #MengadiliAnies, seorang peserta bertanya “Apakah saya harus memilih partai, atau orangnya?Anies Baswedan menjawab “pilihlah orang baik”.  Jangan lihat warna partainya, tapi lihat orangnya apakah dia baik dan kompeten. Warna kita hanya merah-putih, Indonesia.

Di atas semuanya itu, yang terpenting adalah kita memilih dengan Hati Nurani! Jangan terpengaruh, terlibat atau bahkan melibatkan diri dalam politik uang! Sebab itu berarti Anda menggadaikan hati nurani Anda.

Semoga Pemilu 2014 ini berlangsung secara damai dan aman serta bebas dari kecurangan. Tingginya angka golput sering menjadi modus kecurangan dan manipulasi suara. Dalam hal ini, ikut memilih kita maknai sebagai upaya untuk semakin menutup ruang kecurangan dan manipulasi suara.

Buat Mahasiswa rantau yang belum sempat mengurus surat #PindahPilih atau tidak terdaftar di DPT tapi masih peduli pada nasib bangsa? Datang aja ke TPS terdekat bawa KTP diatas jam 12, insya Allah bisa milih. (info selengkapnya baca disini).

Masih ada kesempatan 2 hari untuk melakukan researching. Banyak situs untuk cari tau tentang caleg : http://orangbaik.org, http://infocaleg.org,  http://majuindonesia.com, http://votecerdas.org. Do your research :)

sumber gambar : @UBscout
 Selamat Memilih. Tolak Politik Uang, Pilihlah dengan Hati Nurani dan Jangan Golput!

Baca Selengkapnya ...
Selasa, 01 April 2014

Mengenang Tragedi "Konyol" UN 2013


Woo, udah bulan april. Itu artinya enam hari lagi saya akan UTS sob, trus delapan hari lagi bangsa kita akan menggelar Pemilihan Umum,  dan yg paling "mengerikan" H-13 menuju UN buat adek2 angkatan 2014, hehee.


Hari ini, 1 April merupakan HUT Kota Malang yang ke-100. Tamales ngalu nuhat kota ngalam.  Itreng kadit?. hehe *BosoWalikan*. Dirgahayu bumi arema kota perantauanku. semoga Malang lebih maju dalam segala aspek dan tetap memberikan kenyamanan bagi kami penghuninya, semoga Jalur menuju kampusku gak ruwet lagi.. #Malang1Abad ditunggu traktirannya ya.. haha

HUT KOTA MALANG KE-100, MALANG SATU ABAD
HUT KOTA MALANG KE-100, MALANG SATU ABAD

Hari ini saya mau bernostalgia dengan UN (Uji Nyali Ujian Nasional). Sebagai mantan anak SMA yang paling unyu se-indonesia, saya juga pernah merasakan detik-detik kejamnya Ujian Nasional di negeri ini. UN 2013, yg konon disebut sebagai Ujian Terburuk sepanjang Masa! Maybe..

Bagaimana tidak, baru tahun itu dimana ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/MA/SMALB/SMK di Indonesia tak digelar serentak. Kalo gak serentak bukan lagi nasional dong namanya. Dan entah kenapa peristiwa itu terjadi pas di angkatan saya dan tahun itu juga dibuat variasi soal sebanyak 20 paket. 

Tercatat ada 11 provinsi yang pelaksanaan Ujiannya harus diundur dari jadwal yang telah ditentukan. Salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Selatan, tempat dimana saya mengikuti Ujian Nasional.

Ini sangat mengganggu semangat dan mental peserta UN. Disaat sudah mempersiapkan diri ikut UN, mendadak harus dibatalkan karena masalah teknis. Bahkan konyolnya, di beberapa sekolah ditemui masalah yg paling absurd. Soal yg tertukar, Lembar Jawaban yg mudah sobek, hinggah mereka memakai lembar jawaban manual dan soal fotocopyan. Ada juga yg menggunakan soal operan dari sekolah terdekat, jadi jam masuk mereka terpaksa diundur lagi karena masih menunggu bekas soal dari sekolah lain.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat mengklarifikasi masalah ini. Mereka berasalan proses pengepakan soal di percetakan mengalami kendala sehingga proses pendistribusian soal terganggu yang berujung terlambat sampai di beberapa sekolah.

Open your eyes pak Nuh!. Ini menunjukkan manajemen yang buruk dari Kementerian anda. Kejadian ini jelas mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Kalau masalah pendidikan saja tak mampu dibenahi para pemimpin, mau berharap apa negeri ini pada anak bangsa. Ingat, kunci memajukan indonesia pada Manusianya, dan disini pendidikan adalah kunci!

Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Buat Presiden yg terpilih di Pilpres mendatang, mohon supaya Menteri Pendidikan di kabinet anda diisi oleh orang-orang berkompeten dan mengerti masalah Pendidikan.

Selamat megikuti Ujian Nasional bagi peserta UN 2014. Jangan nyontek yaa! Good Luck.


Baca Selengkapnya ...